Hari minggu, 15 Juni 2014, pastinya hari kelabu bagi team sepakbola Jepang yang menyerah kalah dalam pertandingan sepak bola akbar World Cup. Skor terakhir 2-1 untuk pantai Gading. Hingar bingar pendukung team soccer Jepang meriah di pertunjukkan di seantero Jepang. Memang sepakbola cukup menempati peringkat yang lumayan di negara doraemon ini.

Kekalahan team Jepang ternyata tetap direspon secara sportif oleh para pendukung, fans Jepang di arena Pernambuco, Recife, Brazil. Seorang wartawan asing mengabadikan dengan apik tingkah laku para fans Jepang dan menuliskan di sebuah mass media.

Menarik bagi saya sehingga saya tuangkan dalam bentuk artikel. Para fans Jepang seusai menyaksikan pertandingan Jepang vs Pantai Gading justru merespon dengan baik team Jepang yang menghormat ke arah tribun penonton. Tak ada cercaan karena kekalahan team kesayangannya. Justru saling menghormat khas Jepang. Itu baru satu hal yang menarik bagi saya yang cukup lama tinggal di Jepang. Sikap sportivitas yang dijunjung tinggi baik team soccer maupun pendukung fans Jepang, jauh dari sikap bonek. Tak ada acara pukul antar pendukung, fans lawan.

Berikutnya, para pendukung team Jepang seusai pertandingan melakukan hal yang mencengangkan bagi orang asing, bukan saya yang sudah lama tinggal di negara doraemon. Beberapa kelompok orang mengeluarkan kantong plastik berukuran besar warna biru muda untuk memunguti sampah yang berserakan. Para pendukung team Jepang tak sadar bahwa tingkah lakunya yang memunguti sampah menarik perhatian wartawan asing yang sedang bertugas meliput acara Jepang vs Pantai Gading.

Memungut sampah seusai acara adalah hal yang lumrah di Jepang, itulah sebabnya fans Jepang kompak melakukannya. Kompak menjaga kebersihan. Inilah yang saya acungi jempol, luar biasa ! walaupun saya telah cukup lama tinggal di Jepang pun sering kali masih "keteteran" dengan tingkah laku spontan warga Jepang. Jangan tanya susahnya adaptasi saat pertama kali tiba di Jepang untuk hal urusan sampah !

Masyarakat Jepang sudah sejak kecil " brainwashing" diajarkan tentang kebersihan sehingga sejak dari kecil pun anak-anak sudah di perkenalkan buang sampah harus di tempatnya ! Pernah saya menyaksikan sesuatu yang bagi saya sangat membekas di benak. Saat itu ada seorang ibu dan anak berusia 3 -4 tahun. Kebetulan sang buah hati sedang pilek berat. Ibu tersebut membersihkan ingusnya. Saya pikir lumrah karena saya pun demikian terhadap anak-anak. Yang bikin shock, mengeluarkan saputangan dan membantu anak buang ingus di atas saputangan. Selesai membersihkan ingus yang penuh lelehan yang begitu aduhai, sang ibu memasukkan saputangan ke dalam sakunya. Saya yakin cukup basah kuyup karena ingusnya banyak sekali ! Spontan saya tanya ke teman, seorang ibu Jepang, " Kenapa tidak menggunakan tissue dan langsung buang itu ingus? " Kenapa gunakan saputangan? Kotor dan pastinya tdk mudah di bersihkan. Itu namanya menambah pekerjaan di rumah !"

Tahukah jawaban dari teman orang Jepang? Pertama, saputangan itu halus untuk hidung anak yang pilek. Tissue bisa mengikis jaringan kulit di bawah hidung sehingga lecet karena itu sang ibu sudah bener menggunakan saputangan yang lembut. Pilek berat pastinya berulangkali buang ingus dalam sehari. Kedua, saputangan penuh ingus memang harus dimasukkan saku walaupun kotor. Demikian juga dengan tissue kotor pun tak boleh dibuang sembarangan, kalau tidak ada tong sampah ya masukkan saja ke dalam tas, saku atau bawa kantong plastik setiap saat pergi. Tunggu sampai ketemu tong sampah baru buang ! Glek, saya langsung terdiam.

Demikian sekilas gambaran kebiasaan bersih orang Jepang. Mereka sudah terbiasa, spontanitas membersihkan sampah seusai acara apapun. Biasa bagi orang Jepang, mengagumkan bagi masyarakat dunia, salah satunya wartawan Brooks Perck. Itulah salah satu hal yang menarik dari komunitas masyarakat Jepang, buang sampah dan memungut sampah seusai acara. Sangat bagus untuk diterapkan, menjaga lingkungan supaya tetap bersih dari sampah !

Saturday, December 22, 2018 Admin IVY IVY NEWS 110
Dear students, thank you for your enthusiasm and cheerful heart Dear parents, thank you for your never-ending support and trust Dear teachers, thank you for your hardwork and dedication...
Wednesday, July 25, 2018 Admin IVY IVY NEWS 356
IVY Pre School Wannado for age 2-4 was held on July 4-6, 2018. There were fun filled program to enhance children’s creativity by doing fun activities such as story telling & art, cooking rocket...
Wednesday, July 25, 2018 Admin IVY IVY NEWS 213
IVY Wannado program for children aged 5-9 years old was held on July 4-6, 2018. This was a program created to enhance children's creativity in a fun and natural environment. Activities covered in...

CONTACT US

IVY Toddler and Preschool : Plaza Graha Family A5-A7, Pradahkalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya. Phone : (031) 7385242
IVY Kindergarten, Elementary and Middle School : Royal Residence B5-111 Babatan, Wiyung, Surabaya. Phone : (031) 7510103/7510102